Rabu, 26 Juni 2013

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik untuk TK


Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik
untuk TK
Media musik: bunyi dan diam. Musik dibangun atas unsur-unsur musik:
  1. ritme,
  2. melodi,
  3. harmoni,
  4. tekstur, dan
  5. bentuk.
Unsur-unsur dibungkus oleh kualitas berupa warna bunyi dan kekuatan bunyi (Reimer).
Definisi musik adalah:
  1. pesona jiwa, alat membuat gembira, sedih, semangat, susah, dan penuh pengharapan;
  2. seolah-olah mengangkat pikiran dan ingatan melambung tinggi;
  3. emosi melampaui diri seperti gelombang di laut lepas
    (Seashore, 87).
Pengetahuan Dasar Musik
Musik memiliki tata bahasa, ilmu kalimat, dan retorik. Namun musik berbeda dengan bahasa. Elemen “kata” pada bahasa adalah materi yang konkret yang memiliki makna yang tetap, sedangkan “nada” pada musik bersifat absurd dan hanya bermakna ketika dia berada di antara nada-nada yang lainnya. Fungsi yang dimilikinya sangat besar dalam kehidupan manusia, seperti sebagai bagian dari kegiatan ritual keagamaan, sebagai media hiburan, pendidikan, dan kesehatan.
Musik dibangun oleh elemen-elemen bunyi, melodi, ritme, harmoni, dan ekspresi. Bunyi itu sendiri terdiri dari pitch yang berhubungan dengan ketinggian nada, durasi yang berhubungan dengan jangka waktu nada-nada, intensitas yang berhubungan dengan kekuatan bunyi atau nada. Intensitas ini sering pula disebut sebagai bagian dari ekspresi musik yakni sebagai unsur dinamik. Satu lagi unsur bunyi yakni timbre atau warna nada/suara yang berkaitan dengan kualitas bunyi yang dihasilkan yang berhubungan dengan jenis materi dan teknik dihasilkannya suara.
Elemen ritmik terdiri dari beat, meter, dan pola-pola irama. Beat berkaitan dengan ketukan teratur yang melatarbelakangi irama lagu. Meter berkaitan dengan pola beat yang bertekanan yang berulang-ulang.
Elemen melodi pada musik berkaitan dengan unsur gerak maju melodi, wilayah nada, ukuran, tempo dan ritmik, kontur melodi. Gerak berpindah dari satu nada ke nada yang lain dalam sebuah lagu dikenal dengan gerak maju melodi yang dibatasi oleh wilayah nada yang berhubungan dengan picth nada yang tertinggi dan terendah dalam lagu tersebut. Lagu anak-anak usai TK biasanya memiliki panjang melodi yang terbatas, sekitar 6 – 12 birama.
Hal ini sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak. Begitu pula dengan kontur melodinya. Pada umumnya berkontur landai dan sesekali ada loncatan nada.
Sementara unsur harmoni dan ekspresi dalam musik untuk lagu anak TK, tidaklah terlalu tampak. Namun untuk pengetahuan bagi guru TK, pengetahuan tentang harmoni akan sangat membantu dalam mengembangkan metode seni di sekolah. Unsur harmoni terdiri dari akor, tonalitas, tangga nada, dan interval.
Sebagai guru TK, Anda tidak dianjurkan untuk mengajarkan materi ini, namun Anda sangat dianjurkan untuk memahaminya, karena pengetahuan ini akan membantu Anda sebagai guru TK mengapresiasi lebih awal akan lagu-lagu anak yang akan dipilih menjadi lagu model di kelas.

Bernyanyi
Medium musik pertama yang dimiliki manusia diduga adalah bernyanyi. Suara manusia diperkirakan merupakan medium musikal yang mendasari medium-medium musik lainnya. Musik vokal/bernyanyi memiliki ekspresi yang paling natural, komunikasi yang paling langsung, dan merupakan kehalusan dari gambaran perasaan/emosi dan musik, serta kualitas kemanusiaan secara umum, karena vokal berasal dari tubuh si penyanyinya sendiri.
Bernyanyi merupakan suatu bagian yang penting dalam pengembangan diri anak. Dalam bernyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi, dan melalui bernyanyilah anak akan bersentuhan dengan sesuatu yang indah. Dengan demikian ada 2 (dua) hal yang perlu menjadi perhatian guru, yakni bagaimana memperkenalkan bernyanyi pada anak-anak, dan apa serta kapan mereka bernyanyi.
Dalam menentukan kapan akan dilakukan kegiatan bernyanyi perlu diperhatikan waktu dan durasi kegiatan tersebut. Penempatan mata acara bernyanyi bersama sebaiknya perlu diperhatikan jenis mata acara sebelum dan sesudahnya. Pemilihan durasi atau waktu yang diperlukan untuk bernyanyi bersama Anda perlu memperhatikan faktor tingkat usia dan kemampuan fisik anak. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain, seperti posisi dan format bernyanyi, serta alat musik yang akan digunakan.
Warna suara anak-anak biasanya tinggi, ringan, dan melengking (seperti suara suling). Karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu-lagu anak. Kualitas suara anak tergantung pada faktor-faktor seperti pengalaman musikal, struktur dan perkembangan fisik anak, serta contoh-contoh nyanyian yang pernah didengar mereka.
Bernyanyi yang benar tidaklah sesederhana yang diperkirakan, menyuarakan notasi dalam bentuk teks lagu, bernapas, melembutkan dan mengeraskan volume, berusaha mengekspresikan dengan gerak tubuh, lalu selesai. Dalam bernyanyi ada teknik-teknik yang harus dikuasai sehingga suara yang akan dihasilkan adalah suara “orang bernyanyi”. Beberapa teknik yang perlu dikuasai adalah pembentukan dan olah suara, pernapasan, pengucapan, penguatan resonansi, vokalisi, dan penjiwaan.

Keterampilan Bermain Musik
Pengimitasian alat musik dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak didik dan guru dalam mengekplorasi berbagai sumber bunyi instrumen dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar kita. Selain itu dengan mengimitasi bunyi instrumen guru dan anak didik akan memperoleh beberapa alat musik sederhana yang mungkin sulit diperoleh di tempat mengajar Anda. Melalui pengimitasian alat musik, anak didik dan guru memperoleh kesempatan mengkreasikan instrumen musik dan bermain bersama.
Namun demikian tetap sekolah harus memiliki beberapa instrumen yang “wajib” dimiliki untuk keperluan pembelajaran di kelas terutama berdasarkan jenis alat musik seperti instrumen melodis dan ritmis, dan alat musik berdasarkan karakter suaranya.
Dalam mempelajari alat musik berbilah, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah organologi alat musiknya. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah teknik penjarian dan teknik meniup (pianika).
Alat musik tiup memerlukan penguasaan pernapasan yang bagus agar dihasilkan nada-nada yang standar tidak berubah selain menguasai teknik penjariannya. Teknik menyelaraskan perlu juga dikuasai agar guru dapat menyesuaikan pitch alat musik dengan pitch suara anak didik.
Sementara untuk mempelajari alat musik petik, pertama-tama Anda harus menguasai betul teknik penjarian agar dihasilkan nada-nada yang harmonis. Ada dua teknik memetik gitar, yakni dipetik secara bersamaan dan petikan satu persatu dawai gitar.

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik
Media musik: bunyi dan diam.
Musik dibangun atas unsur-unsur musik:
  1. ritme,
  2. melodi,
  3. harmoni,
  4. tekstur, dan
  5. bentuk.
Unsur-unsur dibungkus oleh kualitas berupa warna bunyi dan kekuatan bunyi (Reimer).
Definisi musik adalah:
  1. pesona jiwa, alat membuat gembira, sedih, semangat, susah, dan penuh pengharapan;
  2. seolah-olah mengangkat pikiran dan ingatan melambung tinggi;
  3. emosi melampaui diri seperti gelombang di laut lepas
    (Seashore, 87).

Pengetahuan Dasar Musik
Musik memiliki tata bahasa, ilmu kalimat, dan retorik. Namun musik berbeda dengan bahasa. Elemen “kata” pada bahasa adalah materi yang konkret yang memiliki makna yang tetap, sedangkan “nada” pada musik bersifat absurd dan hanya bermakna ketika dia berada di antara nada-nada yang lainnya. Fungsi yang dimilikinya sangat besar dalam kehidupan manusia, seperti sebagai bagian dari kegiatan ritual keagamaan, sebagai media hiburan, pendidikan, dan kesehatan.
Musik dibangun oleh elemen-elemen bunyi, melodi, ritme, harmoni, dan ekspresi. Bunyi itu sendiri terdiri dari pitch yang berhubungan dengan ketinggian nada, durasi yang berhubungan dengan jangka waktu nada-nada, intensitas yang berhubungan dengan kekuatan bunyi atau nada. Intensitas ini sering pula disebut sebagai bagian dari ekspresi musik yakni sebagai unsur dinamik. Satu lagi unsur bunyi yakni timbre atau warna nada/suara yang berkaitan dengan kualitas bunyi yang dihasilkan yang berhubungan dengan jenis materi dan teknik dihasilkannya suara.
Elemen ritmik terdiri dari beat, meter, dan pola-pola irama. Beat berkaitan dengan ketukan teratur yang melatarbelakangi irama lagu. Meter berkaitan dengan pola beat yang bertekanan yang berulang-ulang.
Elemen melodi pada musik berkaitan dengan unsur gerak maju melodi, wilayah nada, ukuran, tempo dan ritmik, kontur melodi. Gerak berpindah dari satu nada ke nada yang lain dalam sebuah lagu dikenal dengan gerak maju melodi yang dibatasi oleh wilayah nada yang berhubungan dengan picth nada yang tertinggi dan terendah dalam lagu tersebut. Lagu anak-anak usai TK biasanya memiliki panjang melodi yang terbatas, sekitar 6 – 12 birama.
Hal ini sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak. Begitu pula dengan kontur melodinya. Pada umumnya berkontur landai dan sesekali ada loncatan nada.
Sementara unsur harmoni dan ekspresi dalam musik untuk lagu anak TK, tidaklah terlalu tampak. Namun untuk pengetahuan bagi guru TK, pengetahuan tentang harmoni akan sangat membantu dalam mengembangkan metode seni di sekolah. Unsur harmoni terdiri dari akor, tonalitas, tangga nada, dan interval.
Sebagai guru TK, Anda tidak dianjurkan untuk mengajarkan materi ini, namun Anda sangat dianjurkan untuk memahaminya, karena pengetahuan ini akan membantu Anda sebagai guru TK mengapresiasi lebih awal akan lagu-lagu anak yang akan dipilih menjadi lagu model di kelas.

Bernyanyi
Medium musik pertama yang dimiliki manusia diduga adalah bernyanyi. Suara manusia diperkirakan merupakan medium musikal yang mendasari medium-medium musik lainnya. Musik vokal/bernyanyi memiliki ekspresi yang paling natural, komunikasi yang paling langsung, dan merupakan kehalusan dari gambaran perasaan/emosi dan musik, serta kualitas kemanusiaan secara umum, karena vokal berasal dari tubuh si penyanyinya sendiri.
Bernyanyi merupakan suatu bagian yang penting dalam pengembangan diri anak. Dalam bernyanyi, anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi, dan melalui bernyanyilah anak akan bersentuhan dengan sesuatu yang indah. Dengan demikian ada 2 (dua) hal yang perlu menjadi perhatian guru, yakni bagaimana memperkenalkan bernyanyi pada anak-anak, dan apa serta kapan mereka bernyanyi.
Dalam menentukan kapan akan dilakukan kegiatan bernyanyi perlu diperhatikan waktu dan durasi kegiatan tersebut. Penempatan mata acara bernyanyi bersama sebaiknya perlu diperhatikan jenis mata acara sebelum dan sesudahnya. Pemilihan durasi atau waktu yang diperlukan untuk bernyanyi bersama Anda perlu memperhatikan faktor tingkat usia dan kemampuan fisik anak. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain, seperti posisi dan format bernyanyi, serta alat musik yang akan digunakan.
Warna suara anak-anak biasanya tinggi, ringan, dan melengking (seperti suara suling). Karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu-lagu anak. Kualitas suara anak tergantung pada faktor-faktor seperti pengalaman musikal, struktur dan perkembangan fisik anak, serta contoh-contoh nyanyian yang pernah didengar mereka.
Bernyanyi yang benar tidaklah sesederhana yang diperkirakan, menyuarakan notasi dalam bentuk teks lagu, bernapas, melembutkan dan mengeraskan volume, berusaha mengekspresikan dengan gerak tubuh, lalu selesai. Dalam bernyanyi ada teknik-teknik yang harus dikuasai sehingga suara yang akan dihasilkan adalah suara “orang bernyanyi”. Beberapa teknik yang perlu dikuasai adalah pembentukan dan olah suara, pernapasan, pengucapan, penguatan resonansi, vokalisi, dan penjiwaan.

Keterampilan Bermain Musik
Pengimitasian alat musik dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak didik dan guru dalam mengekplorasi berbagai sumber bunyi instrumen dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar kita. Selain itu dengan mengimitasi bunyi instrumen guru dan anak didik akan memperoleh beberapa alat musik sederhana yang mungkin sulit diperoleh di tempat mengajar Anda. Melalui pengimitasian alat musik, anak didik dan guru memperoleh kesempatan mengkreasikan instrumen musik dan bermain bersama.
Namun demikian tetap sekolah harus memiliki beberapa instrumen yang “wajib” dimiliki untuk keperluan pembelajaran di kelas terutama berdasarkan jenis alat musik seperti instrumen melodis dan ritmis, dan alat musik berdasarkan karakter suaranya.
Dalam mempelajari alat musik berbilah, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah organologi alat musiknya. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah teknik penjarian dan teknik meniup (pianika).
Alat musik tiup memerlukan penguasaan pernapasan yang bagus agar dihasilkan nada-nada yang standar tidak berubah selain menguasai teknik penjariannya. Teknik menyelaraskan perlu juga dikuasai agar guru dapat menyesuaikan pitch alat musik dengan pitch suara anak didik.
Sementara untuk mempelajari alat musik petik, pertama-tama Anda harus menguasai betul teknik penjarian agar dihasilkan nada-nada yang harmonis. Ada dua teknik memetik gitar, yakni dipetik secara bersamaan dan petikan satu persatu dawai gitar.

Kemampuan Dasar Musik Anak Usia TK
Pada pendidikan seni musik kemampuan dasar musik harus memperhatikan aspek: intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreativitas.
  1. Aspek intelektual adalah aspek yang berkaitan kemampuan dengan berpikir dan pemahaman atau kognisi dalam kegiatan musik.
  2. Aspek emosional adalah aspek yang berkaitan dengan pengendalian emosi, antara lain mengenai ketekunan, kesabaran dan rasa aman dalam kegiatan musik
  3. Aspek sosial adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya dalam kegiatan musik.
  4. Aspek perseptual adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan menanggapi hasil pengamatan dalam kegiatan musik.
  5. Aspek fisikal adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan tubuh, terutama dalam pengendalian gerak.
  6. Aspek estetik adalah aspek yang berkaitan dengan rasa keindahan dalam kegiatan musik..
  7. Aspek kreativitas adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan mencipta dalam kegiatan musik.

Semua kegiatan diharapkan memperhatikan aspek mental dan fisikal agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara seimbang sesuai dengan tingkat perkembangan dan hakikat anak. Oleh sebab itu pendidik diharapkan mampu memahami perkembangan anak dan pendidik mampu menentukan bahan dan kegiatan yang tepat bagi anak.

Karakteristik Musik Anak TK
Ada tiga aspek penunjang utama dalam pengembangan anak menyeluruh yaitu aspek pengembangan fisik, pengembangan sosial dan intelektual.
Pengembangan fisik: pada dasarnya anak suka bergerak. Melalui kegiatan musik, dengan musik dan dalam musik terjadi gerak. Kemampuan menunjang perkembangan musik keterampilan menggunakan otot besar dan otot halus.
Pengembangan aspek sosial: pada dasarnya anak adalah makhluk sosial yang memerlukan hubungan dengan orang lain. Perkembangan sosial dapat dilakukan dalam kegiatan musik dengan kegiatan bersama dan memberikan kesempatan kepada anak mengenal keragaman budaya.
Pengembangan aspek intelektual: biasanya pada satu objek dan kegiatan tingkat anak menyukai tantangan, suka pada cerita yang menarik imajinatif, dramatis dan fantastis mulai dapat dilatih berpikir asosiasi dan logis.
Anak mulai mengenal bilangan, hitungan, bentuk geometri serta membaca simbol, melalui kegiatan musik berupa ritme, bentuk dan syair lagu. Dalam kegiatan musik anak mengembangkan kemampuan intelektualnya.
Karakteristik atau ciri khusus musik anak pada pembahasan ini ditinjau dari suara anak dan permainan musik dan yang berkaitan erat dengan kegiatan musik.
Karakter suara anak dalam kegiatan bernyanyi ditinjau dari warna suara anak, batas jangkauan nada yang dapat dicapai oleh anak TK, interval yang dapat dijangkau ; koordinasi dalam bernyanyi, bernafas berada pada taraf penyesuaian (asimilasi) dan melakukan gerak anggota tubuh yang lain.
Karakter musik yang sesuai untuk dimainkan maupun dinyanyikan oleh anak memiliki batasan: mudah diingat, menarik minat anak, nyaman dimainkan dan dinyanyikan (bukan menyebabkan hambatan dan kesulitan yang mengganggu anak) ditinjau dari segi ritme, interval, birama, perulangan , gerak, jumlah nada dan unsur yang mengandung sifat permainan (game) dan komunikatif.

Penerapan Konsep Dasar Musik pada Anak TK
Ada 5 (lima) kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mencapai kemampuan musik estetis dan benar, yaitu dengan mendengarkan, menyanyi, berekspresi dengan kualitas bunyi, mengekspresikan diri melalui bernyanyi, dan bermain musik, serta mengembangkan kreativitas.
Konsep dasar dan elemen musik yang perlu dimiliki anak dilakukan melalui pengalaman anak. Elemen itu meliputi: ritme, melodi, volume, timbre, bentuk (desain), tekstur dan karakter musik. Penanaman konsep dasar dan elemen musik dilakukan sesuai dengan perkembangan anak. Materi yang dapat diterapkan dalam kegiatan musik harus memperhatikan aspek kompetensi intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, kreativitas, dan estetika dalam musik.

Merancang Pagelaran Musik di TK
Kegiatan musik bersifat terbuka dan tertutup. Kegiatan terbuka antara lain yaitu mempergelarkan musik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Kegiatan dalam skala kecil biasanya diadakan di dalam kelas, di sekolah dan dihadiri teman. Kegiatan pergelaran sebagai tontonan dihadapan banyak orang diadakan di lingkungan sekolah atau di luar sekolah.
Rancangan pergelaran amat penting untuk kemudahan semua pihak. Berikut diagramnya.
GBR

Anda menentukan corak dan besarnya pergelaran sesuai dengan tujuan pergelaran dan disesuaikan dengan kondisi serta situasi sekolah dengan sumber daya yang tersedia. Lebih baik pergelaran Anda kecil tapi rapi dan apik daripada besar tetapi kacau. Untuk mencapainya perlu diperhatikan hal-hal berikut.
  • Latihan harus dilakukan sesuai hakikat dan perkembangan anak. Suasana latihan perlu dijaga agar nyaman bagi anak.
  • Guru dapat bermain peran pada pementasan bila diperlukan. Hal ini tergantung pada tujuan pementasan dan jalan cerita.
  • Walaupun dalam bentuk pergelaran, konsep dasar pendidikan musik harus terwujud di dalamnya yaitu mendengarkan, menyanyi, bermain, musik, ekspresif, kreatif yang bermuara pada estetis. Pergelaran hendaknya memberikan pula kesempatan tiap individu anak berperan dalam kegiatan musik khususnya dan dalam kegiatan seni lain.

Manfaat Seni Bagi Anak Usia Dini

Manfaat Seni Bagi Anak Usia Dini


seni
by. flickr doug88888
Menurut Aylward, Hartley dan Field dalam artikel "Apresiasi Kurikulum Seni untuk Anak Prasekolah Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini", seni memiliki manfaat yang berharga dalam periode kehidupan anak usia dini termasuk meningkatkan rasa percaya diri. Seni juga membantu otak anak-anak tumbuh dan berkembang, yang berimbas pada peningkatan kapasitas belajar. Anak-anak yang diberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam seni tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman akan seni, tapi juga manfaat di bidang bahasa, keterampilan, kesiapan prasekolah, apresiasi musik, percaya diri dan pemahaman akan dirinya sendiri. Karena pekerjaan utama seorang anak adalah bermain, maka memberikan anak-anak kesempatan untuk belajar dengan konsep yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya. Seni Dan Pengembangan Diri
Rasa percaya diri pada anak usia dini, akan berdampak langsung pada pertumbuhannya. Hal tersebut merupakan bentuk dasar dari bagaimana seorang anak mengenal akan dirinya dan nilai atau hal penting akan dirinya. Karena pada usia remaja, seorang anak mulai mendapatkan rasa sebagai individu, maka periode anak usia dini adalah masa untuk mendukung pengembangan percaya diri yang sehat. Anak-anak kecil biasanya menikmati kegiatan seni dan mendapatkan kepuasan dari partisipasnyai dalam berbagai hal. Membuat sesuatu atas diri mereka sendiri dan merasa bangga akan penciptaannya, dapat mendukung pembentukan rasa percaya diri yang baik. Anak-anak juga belajar mengenai pujian atau kritik oleh guru, orang tua dan anak-anak lain mengenai karya yang telah dibuatnya.
Seni Dan Pengetahuan
Seni memiliki banyak sisi dan anak-anak muda yang berpartisipasi dalam semua bidang seni dapat mempelajarinya mulai dari tingkat dasar. Mereka reseptif untuk mempelajari mengenai jenis-jenis seni dari awal, seperti piktogram dan petroglyphs, atau mengenal seniman terkenal. Hal ini memberikan anak-anak muda kesempatan untuk mempelajari dengan menciptakan hal-hal seperti piktogram dan petroglyphs.
Seni dan Perkembangan Otak
Dengan kemajuan teknologi medis selama dekade terakhir, pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terus dikembangkan. Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi kreatif saat bermain adalah landasan praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Seni adalah sebuah jalan untuk membimbing anak-anak muda ke arah kreativitas dan perkembangan otak yang sehat. Bereksperimen dengan media seni, menawarkan otak anak muda kesempatan untuk memperkuat jalur saraf, yang menghasilkan sesuatu kemampuan di bidang kreativitas, imajinasi, integrasi sensorik dan motorik halus. Kemampuan anak untuk bercerita atau menggambarkan suatu hal, dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan perkembangan emosi sosial mereka.

PENDIDIKAN SENI ANAK PAUD


PENDIDIKAN SENI ANAK PAUD

Seni untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa karena karakter fisik maupun mentalnya berbeda. Hal ini penting diperhatikan khususnya dalam melakukan penilaian karya anak didik, supaya hasil kreasi anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Fungsi seni dalam pendidikan berbeda dengan fungsi seni dalam kerja profesional. Seni untuk pendidikan difungsikan sebagai media untuk memenuhi fungsi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Sedang seni dalam kerja profesional difungsikan untuk meningkatkan kemampuan bidang keahliannya secara professional.
Dalam pelaksanaan pembelajaran seni di sekolah, pengalaman belajar mencipta seni disebut sebagai pembelajaran berkarya. Sedang pengalaman persepsi, melihat, dan menghayati serta memahami seni disebut pembelajaran apresiasi. Pembelajaran berkarya seni mengandung dua aspek kompetensi, yaitu: keterampilan dan kreativitas.
Di Taman Kanak-kanak kompetensi keterampilan lebih difokuskan pada pengalaman eksplorasi untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik, bukan menjadikan anak mahir atau ahli. Sedangkan kreativitas di sini meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terlihat dari produk atau hasil karya dan proses dalam bersibuk diri secara kreatif (Semiawan, Munandar, 1990: 10). Pembelajaran apresiasi disampaikan tidak hanya sebatas pengetahuan saja, namun melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, menghayati, menikmati dan menghargai secara langsung aktivitas berolah seni.
Dalam pembelajaran seni musik dan seni tari anak usia dini secara umum pendekatan pembelajarannya ada 3 diantaranya :
1. Model Pembelajaran Apresiasi.
2. Model Pembelajaran Kreatif.
3. Model Pembelajaran Klasik.



Pengertian pendidikan seni anak adalah usaha sadar manusia dengan menggunakan medium seni (musik, tari, dan rupa) untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran pendidikan seni untuk anak usia dini.


Tujuan Pendidikan Seni Musik dan Tari Anak Usia Dini :
- Melatih fisik motorik anak.
- Melatih perkembangan kognitif, afektif.
- Melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan bahasa.
- Melatih minat, bakat, dan kreativitas anak.
- Menanamkan nilai-nilai pendidikan atau nilai-nilai kemanusian (kepekaan estetis).
- Melestarikan Budaya Indonesia.
Kemampuan dasar fisik AUD dapat dikenali dari kemampuannya melakukan gerakan keseimbangan, lokomotor, kecepatan, perubahan, ekspresi, teknik, mengendalikan tubuh, gerak yang energik dan koordinasi anggota tubuh. Kemampuan dasar estetik AUD terlihat dari kemampuannya mengungkapkan keindahan tari baik dalam kegiatan penciptaan tari maupun dalam kegiatan menari. Kemampuan dasar kreatif AUD dapat dikenali dari kemampuannya membuat gerak-gerak yang unik, berbeda dengan teman-temannya, bahkan kemampuannya membuat gerak baru, serta kecepatannya menyesuaikan diri dengan teman-temannya, apabila melakukan kesalahan pada waktu menari.
Ciri-ciri khusus pendidikan seni untuk AUD adalah musik dan tari yang sesuai dengan kemampuan dasar anak usia AUD dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif. Bermain merupakan pendekatan yang paling cocok untuk pembelajaran musik dan tari di AUD. Ciri-ciri bentuk musik dan tari AUD adalah: musik dan tarinya bertema, musik dan gerak tariannya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik dan gerak tarinya lebih variatif, bentuk penyajian musik dan tarinya kurang lebih 5 menit.

Jumat, 21 Juni 2013

10 Fakta Penting Tentang Anak dan Musik

10 Fakta Penting Tentang Anak dan Musik

Musik mencerdaskan anak. Pasti pernyataan yang satu ini sudah tidak asing di telinga kalian. Tapi, mungkin anda bertanya-tanya,bagaimana persisnya musik bisa mencerdaskan anak? Berikut informasi yang bisa memuaskan keingintahuan kalian.
Fakta #1 :
Tiap anak terlahir dengan naluri musik
Sebenarnya, anak sudah mengenal musik sejak di dalam kandungan. “Degup jantung mama saja sudah bagaikan alunan musik perkusi di telinga janin, “ kata Chepy Soemirat, Seminator Musik Ensemble dari Yamaha Musik Indonesia, Jakarta, yang biasa melatih musik para guru sekolah dasar di pelosok Nusantara. Ya, di sekitar bulan ke-4 kehamilan, janin sudah mampu mendengar ‘musik’ didalam tubuh mama. Menginjak bulan ke-7, organ pendengaran si kecil kian berkembang dan ia mulai mengenali berbagai suara, termasuk yang di dengarnya dari luar.
Fakta #2 :
Mama, guru musik pertama si kecil
Meski darah musik mungkin tidak mengalir dalam diri anda, anda tetap menjadi ‘guru musik’ pertamanya. Senandung lembut saat membuai si kecil, atau lagu riang yang anda nyanyikan saat bermain dengannya, semua ini berperan besar dalam mengasah naluri musik anak. Jadi, Anda bisa memperkenalkan musik sedini mungkin, tanpa harus menunggu sampai anak cukup besar untuk mengikuti pendidikan musik. “Sebagai role model, orang tua memegang peranan utama. Jika Anda cinta musik, anak akan lebih sering memperoleh stimulasi dari lingkungannya,” jelas Rustika Thamrin, Psi., CPHR, CBA, psikolog anak dan keluarga dari Brajawijaya Women and Children Hospital, Jakarta.
Fakta #3 :
Musik menyehatkan !
Para periset menemukan musik atau bahkan senandung mama bisa membantu bayi prematur menambah berat badan dan lebih cepat keluar dari rumah sakit. Tak heran, unit perawatan neonatal intensif (NICU) di beberapa rumah sakit rajin memutarkan musik bagi bayi prematur. Hal serupa juga terbukti dari sebuah studi di Jerman yang dilakukan terhadap 100 bayi yatim piatu dengan kondisi kesehatan buruk. Mereka diasuh oleh para pengasuh dengan sentuhan, stimulasi musik melimpah, serta intonasi suara yang naik turun. Hasilnya? Kesehatan mereka membaik hingga 100%. Sementara pada orang dewasa, musik pun dikenal bisa menurunkan tekanan darah dan membuat degup jantung lebih teratur.
Fakta #4 :
Musik baik untuk otak
Baik dalam kandungan, semasa bayi maupun kanak-kanak, musik membantu sel-sel syaraf otak membentuk berbagai koneksi yang bisa membantu kita memahami bahasa. Mark Tramo M.D., medicalneurobiologist dari Harvard Universit, Amerika, menjelaskan, “Dalam otak manusia, jutaan sel syaraf membentuk sirkuit atau jaringan, yang menjadi aktif saat kita mendengarkan musik. Sirkuit-sirkuit ini berhubungan dengan daya ingat, perhatian, emosi, kontrol motorik, dan kemampuan berbahasa.”
Musik juga menyeimbangkan kedua belahan otak : belahan kiri (memungkinkan kita untuk berjalan dan berbicara) dan belahan kanan (memungkinkan kita melakukan hal-hal kreatif). Bermusik mengaktifkan kedua belahan ini, dan belum ada aktivitas lain yang memberi efek serupa!
MEMILIH ALAT MUSIK
Alat musik yang ‘ramah’ bagi balita adalah electone. Mengapa? Tuts-nya sesuai kekuatan otot jari si kecil. Juga, electone memiliki jangkauan nada yang luas dan dua tingkat keyboard, sehingga anak bisa belajar membedakan suara melodi dan harmoni dengan jelas.
Menjelang usia enam tahun, saat otot-otot tangan dan kakinya sudah lebih kuat, Anda bisa mulai mengenalkan anak pada piano, biola, gitar, atau bahkan drum, tergantung pada minatnya.
Sikecil berminat pada alat musik tiup? Saat ia berusia sekitar tujuh atau delapan tahun, mulai perkenalkan pada recorder atau suling. Ketika usianya sudah cukup dan kemampuannya berkembang, anak bisa melanjutkan dengan alat musik tiup lain seperti flute, saksofon, klarinet, dan semacamnya.
Fakta #5 :
Anak lebih peka berkat musik
Selain menyehatkan dan ‘mengasah’ otak, musik juga bisa berguna untuk menunjangsi kecil dalam mengenali emosi. Sebuah studi di Ohio, Amerika, menemukan anak-anak dari berbagai usia bahkan yang tidak berlatar belakang musik, mampu mengenali ‘emosi’yang terkandung dalam musik. Tak hanya itu, musik bisa sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial anak kelak. Melalui musik, anak diajak mengikuti ritme. Hal ini akan menstimulasi otak kiri, yang banyak terkait dengan kemampuan mengikuti aturan. Dan saat anak bermain dan bergerak sesuai iringan musik, kepekaannya terhadap ‘aturan tak tertulis’ bisa lebih terasah, tentu saja ini akan banyak manfaatnya saat ia terjun ke tengah masyarakat kelak.
Fakta #6 :
Pendidikan musik bisa dimulai sejak usia balita
Sejak usia tiga tahun, anak sudah mulai mengikuti kelas persiapan untuk belajar musik (tahap pengenalan). Pada usia ini kemampuan pendengaran anak berkembang dengan pesat, dan pengalaman bermusik akan terekam sebagai memori menyenangkan, kepekaan anak terhadap beragam nada dan suara pun terasah. Jadi, kemampuan musik si kecil tertanam dengam sendirinya, ujar Lichin Harty, Chief Instructor Junior Music Course, Yamaha Musik Indonesia.
Fakta #7 :
Musik, penyaluran stres yang positif
Bermain musik bisa menjadi sarana penyaluran stres yang positif bagi anak.”Tekanan yang dihadapi anak kini semakin berat. Jika anak bisa bemain musik, ia mempunyai acar melampiaskan stres yang jauh lebih baik daripada bermain video game, misalnya, “ kata Rustika, psikolog yang juga mama tiga anak. Tak ada salahnya pula jika Anda mengimbangi kegiatan bermusik anak dengan kegiatan lain yang bersifat teamwork, seperti paduan suara, bemain futsal, atau olahraga kelompok lainnya.
Fakta #8 :
Bakat bukan segalanya
Bakat musik yang diturunkan ternyata hanya menentukan 20% keberhasilan anak. Sisanya? Lingkungan keluarga berperan. Anak yang berbakat belum tentu bisa menonjol jika musik jarang di perdengarkan di rumah. Sebaliknya, anak yang tidak punya darah musik di keluarga bisa saja mengembangkan naluri musik yang peka, jika orang tuanya rajin memberi stimulasi sejak kecil. Dan ingat, 90% kunci keberhasilan bermusik adalah latihan. “Umumnya anak hanya bertemu guru satu jam dalam seminggu. Jadi, latihan rutin di rumah penting. Sebentar saja sekitar 15-20 menit sehari, “jelas Lichin.
Fakta #9 :
Musik harus dipelajari dalam suasana menyenangkan
Belajar dalam suasana menyenangkan akan membuka sistem limbik. Sistem limbik adalah semacam ‘pintu’, agar informasi dapat mencapai bagian otak yang bernama cortex cerebri. Cortex Cerebri, yang volumenya meliputi 80% dari otak, adalah tempat penyimpanan daya ingat jangka panjang serta tempat berlangsungnya proses analisa berfikir. Itu sebabnya rata-rata kelas musik untuk balita berusaha menarik minat anak dengan aneka kegiatan seperti mendengar, bernyanyi, dan membaca. Dengan begitu, si kecil akan makin bersemangat bermusik.
Fakta #10 :
Partisipasi orang tua menentukan keberhasilan
Pada kelas musik untuk balita, biasanya orang tua diminta mendampingi sebagai partner belajar anak. Mengapa? Keterlibatan orang tua sangat penting dalam kemajuan pendidikan musik anak. Bangkitkan semangat berlatih si kecil dengan menemaninya berlatih dan memberi perhatian pada perkembangannya. Jangan lupa, sering-sering beri pujian atas usaha dan pencapaiannya!

MANFAAT MUSIK BAGI ANAK




MANFAAT MUSIK BAGI ANAK
Oleh : Lusiah Simanjuntak, S.Pd
Menikmati musik memang kegiatan yang paling mengasyikkan. Musik ternyata mempengaruhi perkembangan IQ (Intelligent Quotion) dan EQ (Emotional Quotion) seseorang. Seorang anak yang telah dibiasakan mendengarkan musik dari sejak kecil maka kecerdasan emosional dan intelegensinya akan lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Anak yang sering mendengarkan musik tingkat kedisiplinannya lebih baik dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut berdendang dengan kata-katanya sendiri  misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus.
Musik juga dapat membantu anak yang kurang pandai berbicara untuk menyalurkan perasaan dan emosi yang terpendam. Bermain musik dapat memicu kepintaran kinestetis atau kepintaran gerak tubuh dan mengurangi stress anak. Jadi bila anak sedang suntuk atau kesal, dengan bermain musik atau mendengar musik beberapa menit, pasti akan menyegarkan otak si anak.  
Musik mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Alunan musik memberikan manfaat pada perkembangan intelektual anak, bahkan  didalam kandunganpun dianjurkan memperdengarkan musik kepada anak. Ketertarikan anak pada permainan musik berawal dari mendengarkan musik, dengan mendengarkan musik akan melatih fungsi otak anak yaitu berhubungan dengan daya nalar dan intelektual anak.  Musik dapat mengoptimalkan perkembangan intelektual anak dan musik juga bisa membuat anak jadi cerdas sekaligus kreatif, musik juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil apabila anak distimulus dengan musik sejak dalam kandungan, yaitu:
1. Anak jadi lebih mudah menyerap masukan
2. Kepekaan terhadap alam menjadi lebih baik sebab mendengarkan dan merasakan musik lewat perasaan sehingga menggugah kepekaannya
3. Memberikan kesenangan dan membantu anak mempelajari berbagai keterampilan yang perlu dikuasai anak atau yang sesuai dengan bakat anak
4. Membantu anak untuk mengekspresikan dan mengembangkan kreatif anak
5. Anak mampu mengendalikan emosinya, perasaan sedih atau senang dapat dicurahkan melalui musik dan lagu.
6. Imajinasi anak bisa berkembang lewat syair lagu. Musik klasik sangat bagus untuk mengembangkan imajinasi kreatif anak
7. Membangun perasaan pada anak memberi banyak pengalaman seni kreatif. Contohnya, menari, menggambar sesuai dengan irama musik yang didengar oleh anak. Musik dapat menentukan suasana hati yang menggairahkan anak untuk membuat sesuatu
8. Apresiasi anak pada musik juga akan tumbuh dan berkembang dalam diri anak. Kalau apresiasi sudah tumbuh, maka ia bisa menganalisa nada. 
9. Musik dapat merangsang otak anak
10. Musik memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi
11. Musik dapat meningkatkan perkembangan motoriknya, termasuk upaya anak saat belajar merangkak, berjalan, melompat dan lari.


Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Anak Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Zhao Haide   
Senin, 08 November 2010 21:48
Anak Main Musik
Anak Main Musik
Anak yang lebih awal menerima pendidikan musik, prestasi belajar mereka dalam matematika, membaca, menulis, kemampuan apresiasi bahasa dan lainnya, akan lebih menonjol dibandingkan anak seumuran mereka.
Oleh karena itu, musik dianggap sebagai kunci emas pembuka pintu kebijakan manusia.
Musisi terkenal Roger North percaya bahwa "tujuan musik ada dua: pertama adalah dengan suara yang murni membuat indra manusia terasa nyaman; kedua adalah membuat orang terharu atau membangkitkan antusias manusia".
Selain itu, musik lebih dapat menggetarkan sukma, menginspirasi mental dan kecerdasan, karena itu Einstein pernah mengatakan : "tanpa ada pendidikan musik di masa awal, semua yang aku lakukan takkan ada satupun yang berhasil".
Banyak penelitian dan fakta telah membuktikan, bahwa musik memerankan peran yang tak tergantikan terhadap pembinaan kepribadian yang baik dan bakat anak, musik yang indah akan membuat daya konsentrasi anak, daya ingat, daya imajinasi dan pengenalan anak memperoleh peningkatan yang optimal. 


Peran Musik terhadap perkembangan fisik dan mental anak dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

Anak Main Musik
Anak Main Musik
1.Semakin awal anak mendapat pendidikan musik, prestasi belajar mereka dalam matematika, membaca, menulis dan kemampuan apresiasi bahasa akan lebih menonjol dibandingkan anak seumuran mereka. Oleh karena itu, musik dianggap sebagai kunci emas pembuka pintu kebijakan manusia, juga merupakan sumber kebijakan anak.
2. Musik bisa meningkatkan IQ manusia. Siswa yang pernah mengikuti latihan piano atau latihan vokal selama 9 bulan, IQnya lebih tinggi kira-kira 3 % dibanding mereka yang belum mengikuti latihan. Ini adalah kesimpulan dari laporan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2004 oleh Glenn Schellenberg dari  “The University of Toronto at Mississauga”.
3.Anak-anak yang antusias dan gemar musik, penampilan mereka di masyarakat, perilaku, apresiasi terhadap keindahan, pengendalian diri dan lainya secara umum akan lebih unggul. Belajar musik perlu mengingat berbagai jenis not musik, ritme dan lain-lain, semua ini secara otomatis bisa melatih daya konsentrasi dan daya ingat manusia.
Disamping itu, untuk menyulap not musik yang tak bersuara menjadi serangkaian melodi yang indah, bukan saja membutuhkan perpaduan gerakan antara tangan dan otak,  si pemain musik lebih harus memahami dan menyelami teori musik, hingga pengenalan dan pemahamannya terhadap kehidupan manusia, hal-hal spiritual dan dunia kosmos.
Anak Main Musik
Anak Main Musik
4. Bermain musik perlu mengubah not musik dan ritme yang berbeda dari sebuah naskah lagu, menjadi irama musik yang intonasinya berbeda dan melodi yang berbeda.
Dengan demikian secara otomatis akan melatih daya proporsi otak.
Statistik menunjukkan, siswa yang belajar musik acap kali mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap konsepsi matematika (misalnya perbandingan, persentasi, bilangan, bidang, volume dll.) dan konsep ilmiah, daya imajinasinya terhadap konsep ruang waktu dan wujud komposisi juga lebih menonjol.
5. Musik bermanfaat untuk menanamkan daya pikir abstrak dari otak manusia, dapat meningkatkan daya imajinasi seseorang; musik bermanfaat untuk mengilhami dan mengembangkan daya kreativitas anak.
Citra musik merupakan bentuk seni yang agak abstrak, tidak memiliki wujud permukaan berupa nuansa dan bentuk yang konkrit, hanya dapat dipahami melalui pemikiran. Irama, ritme dan komposisi musik mempunyai sifat logika, hampir dapat disejajarkan dengan sifat logika tinggi dari matematika yang berupa “ratu ilmu pengetahuan”. Oleh karena itu, sering menikmati dan mengalunkan musik, dapat menginspirasi kecerdasan, memperkuat daya pemahaman dan daya penyimpulan.  
Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Zhao Haide   
Senin, 08 November 2010 21:48
Anak Main Musik
Anak Main Musik
Anak yang lebih awal menerima pendidikan musik, prestasi belajar mereka dalam matematika, membaca, menulis, kemampuan apresiasi bahasa dan lainnya, akan lebih menonjol dibandingkan anak seumuran mereka.
Oleh karena itu, musik dianggap sebagai kunci emas pembuka pintu kebijakan manusia.
Musisi terkenal Roger North percaya bahwa "tujuan musik ada dua: pertama adalah dengan suara yang murni membuat indra manusia terasa nyaman; kedua adalah membuat orang terharu atau membangkitkan antusias manusia".
Selain itu, musik lebih dapat menggetarkan sukma, menginspirasi mental dan kecerdasan, karena itu Einstein pernah mengatakan : "tanpa ada pendidikan musik di masa awal, semua yang aku lakukan takkan ada satupun yang berhasil".
Banyak penelitian dan fakta telah membuktikan, bahwa musik memerankan peran yang tak tergantikan terhadap pembinaan kepribadian yang baik dan bakat anak, musik yang indah akan membuat daya konsentrasi anak, daya ingat, daya imajinasi dan pengenalan anak memperoleh peningkatan yang optimal. 


Peran Musik terhadap perkembangan fisik dan mental anak dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

Anak Main Musik
Anak Main Musik
1.Semakin awal anak mendapat pendidikan musik, prestasi belajar mereka dalam matematika, membaca, menulis dan kemampuan apresiasi bahasa akan lebih menonjol dibandingkan anak seumuran mereka. Oleh karena itu, musik dianggap sebagai kunci emas pembuka pintu kebijakan manusia, juga merupakan sumber kebijakan anak.
2. Musik bisa meningkatkan IQ manusia. Siswa yang pernah mengikuti latihan piano atau latihan vokal selama 9 bulan, IQnya lebih tinggi kira-kira 3 % dibanding mereka yang belum mengikuti latihan. Ini adalah kesimpulan dari laporan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2004 oleh Glenn Schellenberg dari  “The University of Toronto at Mississauga”.
3.Anak-anak yang antusias dan gemar musik, penampilan mereka di masyarakat, perilaku, apresiasi terhadap keindahan, pengendalian diri dan lainya secara umum akan lebih unggul. Belajar musik perlu mengingat berbagai jenis not musik, ritme dan lain-lain, semua ini secara otomatis bisa melatih daya konsentrasi dan daya ingat manusia.
Disamping itu, untuk menyulap not musik yang tak bersuara menjadi serangkaian melodi yang indah, bukan saja membutuhkan perpaduan gerakan antara tangan dan otak,  si pemain musik lebih harus memahami dan menyelami teori musik, hingga pengenalan dan pemahamannya terhadap kehidupan manusia, hal-hal spiritual dan dunia kosmos.
Anak Main Musik
Anak Main Musik
4. Bermain musik perlu mengubah not musik dan ritme yang berbeda dari sebuah naskah lagu, menjadi irama musik yang intonasinya berbeda dan melodi yang berbeda.
Dengan demikian secara otomatis akan melatih daya proporsi otak.
Statistik menunjukkan, siswa yang belajar musik acap kali mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap konsepsi matematika (misalnya perbandingan, persentasi, bilangan, bidang, volume dll.) dan konsep ilmiah, daya imajinasinya terhadap konsep ruang waktu dan wujud komposisi juga lebih menonjol.
5. Musik bermanfaat untuk menanamkan daya pikir abstrak dari otak manusia, dapat meningkatkan daya imajinasi seseorang; musik bermanfaat untuk mengilhami dan mengembangkan daya kreativitas anak.
Citra musik merupakan bentuk seni yang agak abstrak, tidak memiliki wujud permukaan berupa nuansa dan bentuk yang konkrit, hanya dapat dipahami melalui pemikiran. Irama, ritme dan komposisi musik mempunyai sifat logika, hampir dapat disejajarkan dengan sifat logika tinggi dari matematika yang berupa “ratu ilmu pengetahuan”. Oleh karena itu, sering menikmati dan mengalunkan musik, dapat menginspirasi kecerdasan, memperkuat daya pemahaman dan daya penyimpulan.  

Main Alat Musik Tingkatkan IQ Anak

Main Alat Musik Tingkatkan IQ Anak

Anak Bermain Musik (corbis.com)

VIVAnews - Tak lama lagi, liburan sekolah tiba. Jika bingung merencanakan tempat liburan yang menarik untuk anak, kenapa tak mencoba menawarkan liburan dengan mendaftar kursus bermain alat musik. Belajar memainkan alat musik tak hanya bisa menambah pengalaman menarik untuk si kecil tapi juga bermanfaat meningkatkan IQ.

Studi menunjukkan bahwa memainkan alat musik dapat membantu anak Anda dalam berbagai aspek kehidupannya. Semua orang lahir memiliki kreativitas, tetapi banyak orang tidak menyadarinya karena tidak didorong dan tidak mendapat rangsangan di awal kehidupan mereka.

Seperti dikutip dari laman Idiva, ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan mengajari anak memainkan alat musik. Pemenang Grammy Keyboardist Louis Banks dan psikolog anak, Salma Prabhu, mengungkap mengapa belajar alat musik menjadi hal penting yang harus dipelajari anak-anak:

Meningkatkan IQ
Tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature menyimpulkan bahwa mempelajari alat musik dapat meningkatkan prestasi akademik anak.

Prabhu merasa ini berasal dari fakta bahwa bermain musik menggunakan kedua sisi rasional Anda (otak kiri) dan sisi kreatif Anda (otak kanan), sehingga meningkatkan IQ. Banks menambahkan, "Anak-anak memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menguasai keterampilan baru, jadi ide yang baik untuk memberi mereka tantangan saat liburan nanti."

Menenangkan hati
Anak Anda dapat mempelajari instrumen musik di mana saja dan kapan saja. Ada bukti yang bisa memperkuat temuan ini. Bermain musik secara ilmiah bisa meningkatkan keadaan pikiran. Prabhu mengatakan, "Bermain musik bisa menghasilkan endorfin, hormon bahagia. Terlepas dari apakah Anda sedih atau dalam suasana hati buruk, bermain alat musik selalu akan membuat Anda merasa lebih baik."

Meningkatkan kewaspadaan
Banks mengatakan, "Belajar alat musik membuat kemampuan otak berkembang. Tekanan untuk berprestasi akademis yang intens. Sebuah penelitian di AS baru-baru ini menunjukkan bahwa memainkan alat musik dapat membalikkan beberapa komponen stres."

Terlibat dalam kemampuan ekspresif menenangkan membuktikan lebih efektif dari sekadar duduk untuk bersantai. Prabhu mengatakan, "Musik menenangkan dan merangsang syaraf otak. Ini juga meningkatkan kemampuan untuk menyerap informasi lebih lanjut."

Menanamkan disiplin
Menurut Banks, belajar alat musik membutuhkan jam praktek dan disiplin yang ketat. Dengan rentang perhatian yang pendek, belajar musik menanamkan rasa disiplin dan membantu meningkatkan fokus anak dengan pesat.

Dia menambahkan, "Memainkan instrumen mengajarkan manfaat kerja sama. Sebuah kelompok yang memainkan sebuah lagu bersama mempromosikan ikatan, persahabatan, persaingan yang sehat, hormat dan kepercayaan diri." (pet)

anak bermain gendang


nama blog teman kampus ku pg paud B

1. alunhidayah92.blogspot.com
2. eliesha.blogspot.com
3. mel-da. blogspot.com
4.yeyen lisdawati01. blogspot.com
5. mawaddah arhan.blogspot.com
6.novidawati.blogspot.com
7. youlyana.blogspot.com
8.nyemasurkamilah.blogspot.com
9. nurhayatihayati.blogspot.com
10. noerhazizah90.blogspot.com
11. elly paud. blogspot.com
12.


Pendidikan Musik untuk Anak Usia Dini

Pendidikan Musik untuk Anak Usia Dini

        Setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Kadang ada-ada saja ulah mereka dalam kesehariannya. Tahukah? Sebenarnya ulah-ulah mereka yang kadang membuat jengkel orang tua adalah salah satu bahan imajinasi mereka. Mereka memiliki pemikiran yang briliant dan cerdas. Anak-anak usia dini memiliki hal yang tidak dimiliki orang dewasa pada umunya, yaitu originalitas. 
             Tingkat originalitas mereka dalam berpikir tidaklah dimiliki oleh orang-orang dewasa. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena anak dalam masa perkembangannya tidak banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Mereka belajar dengan kemampuan mereka sendiri. Imajinasi. Imajinasi anak bisa menjadi sebuah ide yang sangat briliant. Cobalah perhatikan gerak-gerik mereka waktu sedang aktif bergerak.
         Saat anda mengikuti gerak-geriknya dari awal sampai akhir tujuan, anda mungkin akan menemukan sesuatu yang belum anda temukan. Kemungkinan itu sangat besar. Dan mungkin anda akan terkejut dengan apa yang dilakukannya. :)
          Sedikit intermezo di atas, saya beralih ke musik. Musik dapat merangsang indra pendengaran siapapun yang mendengarnya (secara umum). Bahkan musik ini dapat membawa suasana hati kita menjadi mengikuti alur musik tersebut. Untuk ukuran orang dewasa, berbagai jenis musik bisa kita rasakan dan kita bisa bedakan, apakah lagu itu bahagia atau bahkan sedih. Akan tetapi berbeda untuk ukuran seorang anak.
           Musik anak haruslah bergaya ceria  penuh dengan norma dan mendidik. Mengapa demikian?? karena yang kita bahas di sini adalah dunia anak-anak. Dengan musik yang ceria ini akan membuat merangsang saraf sensorik dan motorik anak dan menjadikan seorang anak, menjadi anak yang cerah di masa depannya. 
          Kemudian untuk bermusik membutuhkan alat musik tentunya. Lalu alat musik apa yang dapat digunakan oleh anak-anak? Alat musik yang dapat digunakan adalah misalnya pianika, biola, ukulele, piano, keyboard, gitar pun juga bisa digunakan, apalagi drum (kebanyakan anak pasti suka). Tapi di sini yang kita butuhkan adalah nada yang terdapat pada alat sejenis piano ataupun gitar. 
Anak di atas sangatlah berbakat. Anak tersebut bisa seperti itu bukan hanya karena bakat saja, akan tetapi juga perlu peran serta orang tuanya. Pendidikan musik untuk anak, dapat dilakukan dengan memberikan les musik pada anak, di tempat les2 musik khusus anak. 
        Vokal anak pada usia dini sangat terbatas. Rentang nada yang dimiliki anak sesuai dengan pertambahan umur mereka. Untuk anak usia dini rentang nadanya adalah 1 oktaf untuk setiap lagu yang dinyanyikan. Nada yang dijangkau oleh anak usia dini adalah dimulai dari nada A-c'. Itu menjadi patokan untuk pengajar musik dalam mengajari anak-anak usia dini. Dan perlu diingat bahwa nada G (terlalu rendah) pada lirik yang berakhir abjad e misal pelangi itu sangat sulit dijangkau oleh anak usia dini walupun memiliki nada dasar C. perlu dinaikkan satu nada lagi yaitu D.
            Anak kecil sangatlah gemar bernyanyi sambil menari. Biarkanlah mereka seperti itu, ajarkan musik pada mereka. Musik untuk anak itu dapat didefinisikan seperti ini :
  • Musik yang menyenangkan
  • Kebersamaan
  • Sambil bermain dan menari

           Karena dengan begitu, kita sudah menanamkan jiwa seni. Dan saya yakin setiap orang memiliki jiwa seni meskipun hanya setitik walaupun juga selain musik..
.

Jumat, 14 Juni 2013

Musik, Penting Bagi Kecerdasan Anak


musik not













Tak perlu diperdebatkan lagi jika musik memberikan pengaruh positif bagi dunia anak, sejak janin hingga masa pertumbuhan alias balita. Karenanya sangat dianjurkan, untuk memberikan kesempatan pada anak mengikuti kursus musik.

Memang diakui bukan hal mudah, namun jika kita tahu manfaatnya maka hal itu bisa dijadikan pilihan, bahwa mengenal musik akan membuat si buah hati memiliki sejumlah kelebihan seperti :

Bertambah Pintar

Dari riset Toronto University, anak yang belajar musik cenderung memiliki IQ lebih tinggi ketimbang yang tak mengenal musik. Ini tak lain karena dengan musik, maka tercipta keseimbangan otak kiri dan kanan anak, hingga hal itu menjaga prestasi akademik hingga dewasa.

Tingkatkan Konsentrasi dan Fokus

Pengaruh mengenal notasi maupun tanda musik setidaknya mendorong anak memiliki konsentrasi dan fokus terhadap pelajaran. Fakta ini juga terbukti di dunia pendidikan, dimana anak yang tahu musik punya nilai lebih baik.

Bangun Talenta Musikal

Lama mengenal dan akrab dengan suara, nada, ketukan hingga gerakan saat belajar musik setidaknya membuat lebih peka terhadap musik hingga terbangun talenta positif dalam diri sang anak.


mengembangkan minat anak melalui musik

Pengaruh Musik terhadap Perkembangan Otak Anak

Pengaruh Musik terhadap kecerdasan otak
Musik ternyata mampu meningkatkan kecerdasan otak anak. Terbukti apabila seseorang belajar musik sejak kecil maka akan mempengaruhi kepada tingkatan selanjutnya. Banyak pakar musik maupun pendidik telah mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Fakta terbaru menyimpulkan bahwa semua musik berirama tenang dan mengalun lembut dipercaya dapat memberi efek yang baik bagi bayi, dan anak-anak.
Musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan 3 unsur: Melody, Ritme, dan Timbre (tone colour).
IQ (Intelegent Quotien), EQ (Emotional Quotien) dan SQ (Spiritual Quotien) berpengaruh sangat besar pada proses perkembangan kecerdasan seorang anak. Pada Musik, IQ, EQ, SQ dapat diibaratkan seperti beat, irama, dan melodi. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa didengarkan musik biasanya kecerdasan emosional dan intelegensinya lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Dalam otak manusia terdapat reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi pun sudah dapat menerima musik tersebut meski dengan kemampuan terbatas karena pertumbuhan otaknya belum sempurna. Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat dan mempersubur perkembangan otak bayi. Bila anak terbiasa mendengar musik yang indah, banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh anak. Tidak saja meningkatkan kognisi anak secara optimal, juga membangun kecerdasan emosional. Selain manfaat kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak. Contohnya, meningkatkan perkembangan motoriknya, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan sosialnya, dan membangun rasa percaya diri.
Sedangkan Usia yang cocok bagi anak berlatih musik, yaitu usia 3 atau 4 sampai 6 tahun. Usia tersebut adalah masa yang paling tepat untuk mulai belajar musik, karena masa ini adalah masa terbaik pada perkembangan pendengaran.
Selain itu, pada usia 8-9 tahun, otak kanan dan kiri akan terhubung dan akan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Untuk itu apabila diberikan pendidikan musik sebelum anak berusia 8 tahun, maka dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini banyak dibuktikan di negara-negara maju, sehingga musik dipakai sebagai kurikulum pelajaran wajib.
Unsur-unsur musik yang dapat berpengaruh dalam mencerdasan anak antara lain, musik yang mengandung nada pendek dan panjang nilai ketukan (tanda birama), potensi tinggi rendah nada, dinamika, transpla suara (mengukur ketinggian nada dari satu nada ke nada yang lain). Dengan unsur-unsur tersebut anak belajar matematika dan mengekpresikan nada tinggi dan rendah yang berbeda-beda, fantasi, emosi, dan dapat mengontrol emosi.
Dengan demikian, anak yang belajar menyanyi akan menggunakan fantasi otaknya berbeda dengan anak-anak yang belajar bernyanyi. Karena belajar bernyanyi merupakan bagian dari kecerdasan musik dan emosi yang dirangsang sejak usia dini. Selain itu, melalui syair dari lagu-lagu yang sederhana, dapat merangsang untuk mencari kalimat-kalimat yang lain. Seperti lagu yang sederhana yakni balonku ada lima, naik-naik ke puncak gunung, dapat diterapkan lebih meningkat ke lagu-lagu atau instrumen-instrumen sederhana.
Manfaat belajar musik yang akan dirasakan oleh antara lain manfaat bersosialisasi, melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan–gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak, serta melatih gaya belajar anak yang disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan alat musik yang direkomendasikan antara lain, organ,guitar,biola atau piano.